30 Desember
30 Desember Kelabu Senja di ujung 30 Desember kala itu, saat dua orang anak manusia yang berlainan jenis hadir di pelataran rumahku. Tampaknya mereka sedang bertengkar walau dalam diam. Itu terlihat dari sinar mata sang lelaki yang tajam membara. "Assalamualaikum." "Waalaikum salam," jawabku seraya menyilakan masuk. Berbeda dengan sang lelaki yang dengan mantap menjejakkan langkahnya masuk ke ruang tamu, si perempuan justru bergeming di tengah pintu. Dengan gemas lelaki itu menyeret tubuh perempuan itu masuk, lalu menghempaskannya ke kursi. Aku hanya bisa kebingungan, tak berdaya menatap kejadian itu. "Saya Ivan, ini istri saya Naina." Lelaki itu menyalamiku, sambil menyebut namanya dan istrinya. "Fia,"ucapku masih dengan heran. "Mbak, bisa bergeser di dekat saya sebentar?" kata Ivan. Deg! Sontak aku berpikir bahwa Ivan dan Naina ini komplotan yang suka menghipnotis orang. Saat aku dalam kebimbangan yang nyata itulah ...