SINTA OBONG
Sinta Obong Lelaki gagah itu terlihat tenang. Kedua tangannya bertangkup seraya menatapku. Matanya laksana panah, menancap tepat di jantung. Gemuruh membahana kala ia berhasil merentangkan busur sakti milik ayah. Rasa senang merajai, hingga rona merah menjalar di pipi. Lelaki itu bernama Rama, Pangeran dari kerajaan Ayodya. "Kangmas, tangkaplah kijang cantik itu buatku!" teriakku manja saat ia mengajakku berburu. Suamiku dengan tangkas berlari, mengejar kijang emas yang menerobos lebat hutan. Gelisah manakala lelakiku itu tak kunjung kembali. Ah, terlukakah dia? Sungguh aku kesal ketika Laksmana tak beranjak sedikitpun ketika kusuruh untuk menyusul kakaknya. Adik macam apa itu? Oh, jangan-jangan ia telah terpikat oleh kecantikanku. Ia murka ketika aku menyindir hal itu. Ia pergi dengan tatap kecewa atas tuduhanku. Hanya berselang menit kusadari putih hati Laksmana kala Rahwana jelek ini menculikku. Teriakanku raup ditelan sang hutan rimba. "Aku mencint...